Bismilahirrohamnirrohim….

Novi kecil mempunyai sebuah kalimat favorit saat SD dahulu. “Jadilah seperti bunga mawar yang tumbuh di tepi jurang”.  Indah dipandang namun sukar untuk dimiliki. Kalimat itu terinspirasi dari sinetron Bunga di Tepi Jalan yang diperankan Allysa Soebandono yang ngetrendpada zamannya 😀 Novi kecil selalu mengilustrasikannya dalam sebuah gambar. Ada jurang yang terlihat curam dengan setangkai bunga mawar tumbuh disana. Novi kecil suka sekali dengan kalimat tersebut, dengan bangganya menuliskannya di setiap buku binder teman-teman sekelasnya. Tapi sayangnya, saat itu novi kecil tak tahu apa makna sesungguhnya dari kalimat tersebut. Dia hanya tahu kalimat itu keren. Titik. Dia tak tahu bagaimana merealisasikan kalimat tersebut dalam sebuah tindakan nyata.

Seiring bergulirnya waktu, sedikit demi sedikit dia mulai memahami. “Wah, jilbab ternyata kuncinya.” Dengan berjilbab, secara bertahap kita akan terus berusaha memperbaiki diri dan membingkai diri dengan akhlak mulia.  Saudariku, semua wanita memang di ciptakan dalam bentuk yang indah oleh Allah yang Maha Indah. Tak berlebihan bahwa terdapat sebuah paragraf menarik yang mengidentifikasikan sosok wanita.

“Tanpa mengesampingkan peran laki-laki, perempuan memang diciptakan istimewa oleh ALLAH, sejarah  bercerita bahwa saat akan menciptakan perempuan, ALLAH mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

ALLAH  juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Bisa disimpulkan,  perempuan diciptakan dari semua keunikan ciptaan ALLAH.” (http://rinduku.wordpress.com/2010/03/02/kelembutan-bernama-perempuan)

Luar biasa bukan? Itulah diri kita saudariku. Sudah sepantasnya kita menutup aurat dari ujung rambut hingga ujung kaki kecuali muka dan telapak tangan demi menjaga keindahan-keindahan tersebut. Bukankah mutiara itu indah karena diletakkan ditempat yang tertutup?

Saudariku, menutup aurat adalah salah satu cara untuk mensyukuri  dan menjaga amanah.  Percantik dan rawatlah dirimu agar Ia semakin senang dan mempercantik dirimu.

Kepada siapa sajakah kita TIDAK DIHARUSKAN untuk menutup aurat?

  1.  Suami
  2.  Anak laki-lakinya atau seterusnya
  3.  Anak laki-laki suaminya (yang bukan dari rahimnya) atau seterusnya
  4.  Saudara laki-laki seibu sebapak, atau sebapak saja, atau seibu saja.
  5.  Anak laki-laki dari saudara laki-lakinya atau seterusnya
  6.  Anak laki-laki dari saudara perempuannya atau seterusnya
  7.  Ayahnya atau seterusnya
  8.  Saudara laki-laki sepersusuan. kerena saudara sepersusuan memiliki hukum seperti saudara kandung.
  9.  Suami ibunya dan seterusnya.
  10.  Suami anaknya dan seterusnya
  11.  Ayah suaminya (ayah mertua).

Hanya kepada MEREKA SAJA kita diperbolehkan untuk membuka aurat.

Wah, ternyata islam sangat menghargai dan memuliakan kita ya saudariku. Islam menjaga kita dengan memerintahkan kita menutup aurat kepada SEMUA LAKI-LAKI YANG TIDAK DISEBUTKAN DIATAS. Oiya, Kepada WANITA NON-MUSLIM ternyata kita juga diharuskan untuk menutup aurat.

Kenapa? Padahal kan sesama perempuan juga?

Jawabannya karena kita spesial saudariku. Islam menyuruh kita menutup aurat pada WANITA NON-MUSLIM karena dikhawatirkan wanita tersebut akan memberitahukan aurat kita kepada non mahram. Berabe kan kalau sampai lawan jenis tahu seberapa panjang rambut kita? Seberapa putih kulit kita, dan bagian-bagian tubuh lain yang seharusnya tidak diketahui lawan jenis. Utamakan upaya PREVENTIF, sesuai prinsip kedokteran keluarga 😀

bukan berarti kita dilarang bergaul dengan teman non muslim lho, tetap bergaul dan berteman tapi tetap menjaga aurat. Takut tersinggung kalau tiba-tiba kita memakai jilbab di depan mereka? itulah gunanya KOMUNIKASI. Pasti mereka akan mengerti jika kita jelaskan dengan cara yang baik.

Mari sama-sama memperbaiki diri. Menjadi wanita dunia yang dicemburui para bidadari surga 🙂

keep fighting dan selalu istiqomah dengan jilbabmu saudariku!

Advertisements

About Novilia Lutfiatul

bermimpi menjadi wanita dunia yang dicemburui bidadari surga

8 responses »

  1. tulisan yang bagus. . . .

  2. neni says:

    Bidadari surga pasti akan cemburu terhadapmu nak….InsyaAllah mereka menyambutmu.. bahkan melayanimu disana…
    Selamat menikmati indahnya surga…

  3. Salim says:

    Mawar itu sekarang menghilang…

  4. Rindu says:

    Barakallah … senang di tautkan di tulisan seindah ini 🙂

  5. […] mencerdaskan para perempuan untuk menutup aurat melalui tulisan pendek di blognya yang berjudul Mawar di Tepi Jurang, yang akhirnya menjadi salah satu tulisan pula di sebuah buku antologi berjudul […]

  6. […] MAWAR DI TEPI JURANG. Salah satu judul di buku ESTINOV karangan Novilia Lutfiatul Khoiriyah. […]

  7. Kink says:

    ijin ngelink blogmu ya dek 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s