Sebut saja namanya Anton. Ia adalah pemuda yang tinggal di mushola dekat kontrakan kami. Pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai penjual roti keliling. Setiap pagi Ia selalu lewat di depan rumah kami sambil berteriak “ Roti… Roti…”

Semuanya berjalan sewajarnya seperti biasa sampai kami menemukan sepucuk surat di depan pintu. Ternyata bukan satu atau dua kali saja penemuan surat itu terjadi, seterusnya bersama surat itu ditemukan juga duit atau roti. Setelah bersusah payah membaca surat itu karena tulisan yang hanya bisa dibaca oleh orang tertentu, akhirnya Anton ditetapkan sebagai tersangka pengirim surat tersebut.

Entah apa yang ada di pikiran Anton, namun dari surat-suratnya tersebut ia mengaku menyukai salah seorang senior kami. Melalui  surat-suratnya pula, ia selalu menceritakan perjalanan hidupnya, siapa dia, apa yang dilakukannya, dimana dia tinggal, dsb dan mengharapkan kakak senior kami menjadi istrinya ketika ia telah sanggup membeli mobil kelak. Ia juga mengetahui jenis motor yang digunakan senior kami, makanan kesukaannya, dan identitas-identitas lainnya. Pernah suatu saat, kakak seniorku yang lain dihadang ditengah jalan dan dipaksa untuk menyerahkan surat cintanya pada senior yang disukainya.

Penghuni kontrakan pun menjadi heboh, takut jika rasa cintanya berlebihan dan membuatnya bertindak di luar kendali. Karena takutnya, suatu saat setelah maghrib kami makan-makan sambil mengobrol ringan di ruang tengah. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dan salam seorang laki-laki dari luar. Sejenak kami berpandangan dan setelah itu langsung berteriak dan kabur ke kamar masing-masing. “Waaaaa… Mas Anton!” teriak kami bersamaan. Padahal setelah dilihat ternyata bukan dia. Anton telah menjadi sosok yang menakutkan bagi kami karena cintanya yang tidak sesuai etika masyarakat dan aturan-Nya tentunya.

Berbeda ceritanya cinta yang dituturkan oleh salah seorang pasien penyakit jiwa di Rumah Sakit Pendidikan kami. Seorang lelaki muda yang stress akibat ditinggal pergi oleh pacarnya. “Dok, apa itu CINTA?”, tebaknya suatu saat pada seorang senior yang sedang Co-ass. “Kasih sayang”, ujar seniorku ringkas. “Salah Dok!, CINTA  itu Cerita Indah Nafsu Tiada Akhir”, ucapnya polos, sembari tertawa dan berlalu begitu saja. Lelaki malang yang tergadaikan sebagian hidupnya karena cinta yang tidak termanage dengan  benar.

Membicarakan tentang cinta memang tak kan pernah ada habisnya. Jika boleh berandai-andai cinta ibarat titik terlemah seorang manusia. “Locus minoris resistensiae” istilahnya dalam bahasa latin.  Setiap orang pasti memilikinya, pernah merasakannya, namun responnya tergantung pada individu masing-masing.

Locus minoris resistensiae adalah titik dimana rentan terkena penyakit hernia,  keberadaannya tersebar di beberapa bagian tubuh. Respon terhadap rangsangan tekanannya juga berbeda-beda tergantung pada letak anatomisnya. Trigonum Lumbal Petiti  yang dasarnya tidak kuat lebih mudah terkena hernia dibandingkan Trigonum Auscultationum yang dasarnya terlindungi oleh tulang rusuk.

Begitu pula dengan cinta, cinta karena Allah akan mengalirkan energi positif bagi orang tersebut. Ia akan senantiasa meningkatkan kualitas dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Karena ia sadar, Allah tak akan ingkar dengan janjinya.

 

“….Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik” (QS. An-Nur :26)

 

Kesehariannya akan diisi oleh hal-hal yang bermanfaat. Karena ia tahu, pasangannya adalah cerminan dari dirinya. Orang-orang ini adalah orang yang menggunakan otak kanannya. Kaum minoritas dan langka yang akan meraih sukses. Orang-orang ini lebih memilih menikah atau puasa bila belum mampu daripada pacaran. Mereka adalah orang yang sangat berbahagia bila saatnya berbuka telah tiba.

 

Ada dua pilihan ketika kita bertemu cinta

Jatuh cinta atau bangun cinta

Padamu, aku memilih yang kedua

Agar cinta kita menjadi istana

–          Salim A. Fillah – 

 

Berbeda halnya dengan cinta yang bukan karena Allah, cinta karena nafsu semata adalah serendah-rendahnya cinta. Keberadaanya akan cepat pudar, karena semakin berjalannya usia pasangan kita akan kehilangan kecantikan dan ketampanannya. Cinta karena nafsu akan mudah tergoncang oleh tekanan-tekanan dari dalam maupun dari luar akibat landasannya yang tidak kuat. Seperti Trigonum Lumbal Petiti . Seperti cerita Anton. Seperti cerita pasien penyakit jiwa.

 

Ya Allah Tuhan Sang Pemilik Hati

Jagalah hati ini agar selalu berada di jalan-Mu

Jangan biarkan hati ini jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Hamba hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari rasa cinta

Yang bisa kulakukan hanyalah bersabar dan memantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik

Karena semua akan indah pada waktunya

 

Sama-sama terus memperbaiki diri menjadi wanita yang dicemburui para bidadari surga.

 

 

 

 

Advertisements

About Novilia Lutfiatul

bermimpi menjadi wanita dunia yang dicemburui bidadari surga

3 responses »

  1. mae_yuni says:

    Mengenal mu lewat tulisan mu nov sudh lbih dri cukup. Wlupn kita tk prnh slg kenal sobat. Semoga tenang di alam sana :-). Dunia pun mengenalmu, kamu muslimah shalehah

  2. fitri says:

    ijin copy ya ukhti

  3. eta story says:

    saya mengagumimu ukhti ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s