BANJIR HIKMAH DI FK #PART 1

Mengapa makanan yg berproses di lambung dan di usus halus masih bisa dimuntahkan? karena pembatas antar organ tersebut hanyalah SPHYNCTER berbentuk cincin yang bisa membuka ketika mendapat rangsang tekanan.

Mengapa makanan yg berproses dalam usus besar tidak bisa dimuntahkan? karena Allah Maha Cerdas.
Dia ciptakan KATUP seperti daun pintu yang hanya bisa membuka ke satu arah. Dengan tekanan tinggipun, katup tsb tak akan bisa membuka ke arah yang berlawanan.

kalau Allah tidak cerdas, feses di usus besar akan bisa dikeluarkan juga melalui mulut.

# Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

 

Mengapa pembuluh darah vena ada yang  terletak di dekat permukaan kulit (superficial) dan ada pula yang terletak di bagian dalam ( profunda) di antara otot? Sedangkan pembuluh darah arteri HANYA berada di bagian dalam di antara otot?

karena darah dalam vena alirannya lebih stabil dan pelan dibandingkan darah dalam arteri. Aliran darah arteri itu kuat dan bersifat memancar.
Allah Maha Cerdas, Ia letakkan vena dekat permukaan kulit. jika terjadi luka, darah yang mengalir keluar terminimalisir. Sedangkan jika Ia letakkan arteri di dekat permukaan kulit, maka darah yang keluar akan memancar dengan banyak menyebabkan kekurangan pasokan oksigen bagi tubuh.

# Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Kuliah di kedokteran itu banjir ilmu. Tepiannya tak kelihatan dan tak terbatas. Asalkan mau menjadikan cintamu pada-Nya sebagai rangsangan simpatis yang menjadikan mata midriasis terbuka pada tanda-tanda kebesaran-Nya.

“… Sungguh, pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda2 (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir..” (QS Ar-Rum: 21)

Advertisements

MAWAR DI TEPI JURANG

Bismilahirrohamnirrohim….

Novi kecil mempunyai sebuah kalimat favorit saat SD dahulu. “Jadilah seperti bunga mawar yang tumbuh di tepi jurang”.  Indah dipandang namun sukar untuk dimiliki. Kalimat itu terinspirasi dari sinetron Bunga di Tepi Jalan yang diperankan Allysa Soebandono yang ngetrendpada zamannya 😀 Novi kecil selalu mengilustrasikannya dalam sebuah gambar. Ada jurang yang terlihat curam dengan setangkai bunga mawar tumbuh disana. Novi kecil suka sekali dengan kalimat tersebut, dengan bangganya menuliskannya di setiap buku binder teman-teman sekelasnya. Tapi sayangnya, saat itu novi kecil tak tahu apa makna sesungguhnya dari kalimat tersebut. Dia hanya tahu kalimat itu keren. Titik. Dia tak tahu bagaimana merealisasikan kalimat tersebut dalam sebuah tindakan nyata.

Seiring bergulirnya waktu, sedikit demi sedikit dia mulai memahami. “Wah, jilbab ternyata kuncinya.” Dengan berjilbab, secara bertahap kita akan terus berusaha memperbaiki diri dan membingkai diri dengan akhlak mulia.  Saudariku, semua wanita memang di ciptakan dalam bentuk yang indah oleh Allah yang Maha Indah. Tak berlebihan bahwa terdapat sebuah paragraf menarik yang mengidentifikasikan sosok wanita.

“Tanpa mengesampingkan peran laki-laki, perempuan memang diciptakan istimewa oleh ALLAH, sejarah  bercerita bahwa saat akan menciptakan perempuan, ALLAH mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

ALLAH  juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Bisa disimpulkan,  perempuan diciptakan dari semua keunikan ciptaan ALLAH.” (http://rinduku.wordpress.com/2010/03/02/kelembutan-bernama-perempuan)

Luar biasa bukan? Itulah diri kita saudariku. Sudah sepantasnya kita menutup aurat dari ujung rambut hingga ujung kaki kecuali muka dan telapak tangan demi menjaga keindahan-keindahan tersebut. Bukankah mutiara itu indah karena diletakkan ditempat yang tertutup?

Saudariku, menutup aurat adalah salah satu cara untuk mensyukuri  dan menjaga amanah.  Percantik dan rawatlah dirimu agar Ia semakin senang dan mempercantik dirimu.

Kepada siapa sajakah kita TIDAK DIHARUSKAN untuk menutup aurat?

  1.  Suami
  2.  Anak laki-lakinya atau seterusnya
  3.  Anak laki-laki suaminya (yang bukan dari rahimnya) atau seterusnya
  4.  Saudara laki-laki seibu sebapak, atau sebapak saja, atau seibu saja.
  5.  Anak laki-laki dari saudara laki-lakinya atau seterusnya
  6.  Anak laki-laki dari saudara perempuannya atau seterusnya
  7.  Ayahnya atau seterusnya
  8.  Saudara laki-laki sepersusuan. kerena saudara sepersusuan memiliki hukum seperti saudara kandung.
  9.  Suami ibunya dan seterusnya.
  10.  Suami anaknya dan seterusnya
  11.  Ayah suaminya (ayah mertua).

Hanya kepada MEREKA SAJA kita diperbolehkan untuk membuka aurat.

Wah, ternyata islam sangat menghargai dan memuliakan kita ya saudariku. Islam menjaga kita dengan memerintahkan kita menutup aurat kepada SEMUA LAKI-LAKI YANG TIDAK DISEBUTKAN DIATAS. Oiya, Kepada WANITA NON-MUSLIM ternyata kita juga diharuskan untuk menutup aurat.

Kenapa? Padahal kan sesama perempuan juga?

Jawabannya karena kita spesial saudariku. Islam menyuruh kita menutup aurat pada WANITA NON-MUSLIM karena dikhawatirkan wanita tersebut akan memberitahukan aurat kita kepada non mahram. Berabe kan kalau sampai lawan jenis tahu seberapa panjang rambut kita? Seberapa putih kulit kita, dan bagian-bagian tubuh lain yang seharusnya tidak diketahui lawan jenis. Utamakan upaya PREVENTIF, sesuai prinsip kedokteran keluarga 😀

bukan berarti kita dilarang bergaul dengan teman non muslim lho, tetap bergaul dan berteman tapi tetap menjaga aurat. Takut tersinggung kalau tiba-tiba kita memakai jilbab di depan mereka? itulah gunanya KOMUNIKASI. Pasti mereka akan mengerti jika kita jelaskan dengan cara yang baik.

Mari sama-sama memperbaiki diri. Menjadi wanita dunia yang dicemburui para bidadari surga 🙂

keep fighting dan selalu istiqomah dengan jilbabmu saudariku!

LOCUS MINORIS RESISTENSIAE

 

Sebut saja namanya Anton. Ia adalah pemuda yang tinggal di mushola dekat kontrakan kami. Pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai penjual roti keliling. Setiap pagi Ia selalu lewat di depan rumah kami sambil berteriak “ Roti… Roti…”

Semuanya berjalan sewajarnya seperti biasa sampai kami menemukan sepucuk surat di depan pintu. Ternyata bukan satu atau dua kali saja penemuan surat itu terjadi, seterusnya bersama surat itu ditemukan juga duit atau roti. Setelah bersusah payah membaca surat itu karena tulisan yang hanya bisa dibaca oleh orang tertentu, akhirnya Anton ditetapkan sebagai tersangka pengirim surat tersebut.

Entah apa yang ada di pikiran Anton, namun dari surat-suratnya tersebut ia mengaku menyukai salah seorang senior kami. Melalui  surat-suratnya pula, ia selalu menceritakan perjalanan hidupnya, siapa dia, apa yang dilakukannya, dimana dia tinggal, dsb dan mengharapkan kakak senior kami menjadi istrinya ketika ia telah sanggup membeli mobil kelak. Ia juga mengetahui jenis motor yang digunakan senior kami, makanan kesukaannya, dan identitas-identitas lainnya. Pernah suatu saat, kakak seniorku yang lain dihadang ditengah jalan dan dipaksa untuk menyerahkan surat cintanya pada senior yang disukainya.

Penghuni kontrakan pun menjadi heboh, takut jika rasa cintanya berlebihan dan membuatnya bertindak di luar kendali. Karena takutnya, suatu saat setelah maghrib kami makan-makan sambil mengobrol ringan di ruang tengah. Tiba-tiba terdengar suara ketukan dan salam seorang laki-laki dari luar. Sejenak kami berpandangan dan setelah itu langsung berteriak dan kabur ke kamar masing-masing. “Waaaaa… Mas Anton!” teriak kami bersamaan. Padahal setelah dilihat ternyata bukan dia. Anton telah menjadi sosok yang menakutkan bagi kami karena cintanya yang tidak sesuai etika masyarakat dan aturan-Nya tentunya.

Berbeda ceritanya cinta yang dituturkan oleh salah seorang pasien penyakit jiwa di Rumah Sakit Pendidikan kami. Seorang lelaki muda yang stress akibat ditinggal pergi oleh pacarnya. “Dok, apa itu CINTA?”, tebaknya suatu saat pada seorang senior yang sedang Co-ass. “Kasih sayang”, ujar seniorku ringkas. “Salah Dok!, CINTA  itu Cerita Indah Nafsu Tiada Akhir”, ucapnya polos, sembari tertawa dan berlalu begitu saja. Lelaki malang yang tergadaikan sebagian hidupnya karena cinta yang tidak termanage dengan  benar.

Membicarakan tentang cinta memang tak kan pernah ada habisnya. Jika boleh berandai-andai cinta ibarat titik terlemah seorang manusia. “Locus minoris resistensiae” istilahnya dalam bahasa latin.  Setiap orang pasti memilikinya, pernah merasakannya, namun responnya tergantung pada individu masing-masing.

Locus minoris resistensiae adalah titik dimana rentan terkena penyakit hernia,  keberadaannya tersebar di beberapa bagian tubuh. Respon terhadap rangsangan tekanannya juga berbeda-beda tergantung pada letak anatomisnya. Trigonum Lumbal Petiti  yang dasarnya tidak kuat lebih mudah terkena hernia dibandingkan Trigonum Auscultationum yang dasarnya terlindungi oleh tulang rusuk.

Begitu pula dengan cinta, cinta karena Allah akan mengalirkan energi positif bagi orang tersebut. Ia akan senantiasa meningkatkan kualitas dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Karena ia sadar, Allah tak akan ingkar dengan janjinya.

 

“….Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik” (QS. An-Nur :26)

 

Kesehariannya akan diisi oleh hal-hal yang bermanfaat. Karena ia tahu, pasangannya adalah cerminan dari dirinya. Orang-orang ini adalah orang yang menggunakan otak kanannya. Kaum minoritas dan langka yang akan meraih sukses. Orang-orang ini lebih memilih menikah atau puasa bila belum mampu daripada pacaran. Mereka adalah orang yang sangat berbahagia bila saatnya berbuka telah tiba.

 

Ada dua pilihan ketika kita bertemu cinta

Jatuh cinta atau bangun cinta

Padamu, aku memilih yang kedua

Agar cinta kita menjadi istana

–          Salim A. Fillah – 

 

Berbeda halnya dengan cinta yang bukan karena Allah, cinta karena nafsu semata adalah serendah-rendahnya cinta. Keberadaanya akan cepat pudar, karena semakin berjalannya usia pasangan kita akan kehilangan kecantikan dan ketampanannya. Cinta karena nafsu akan mudah tergoncang oleh tekanan-tekanan dari dalam maupun dari luar akibat landasannya yang tidak kuat. Seperti Trigonum Lumbal Petiti . Seperti cerita Anton. Seperti cerita pasien penyakit jiwa.

 

Ya Allah Tuhan Sang Pemilik Hati

Jagalah hati ini agar selalu berada di jalan-Mu

Jangan biarkan hati ini jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Hamba hanyalah manusia biasa yang tak pernah luput dari rasa cinta

Yang bisa kulakukan hanyalah bersabar dan memantaskan diri untuk mendapatkan yang terbaik

Karena semua akan indah pada waktunya

 

Sama-sama terus memperbaiki diri menjadi wanita yang dicemburui para bidadari surga.

 

 

 

 

SEPASANG BIDADARI

Baru kupahami..

Kenapa dulu ayah ibuku sering melarangku keluyuran main tanpa tujuan yg jelas..

Saat itu, aku sering iri pada teman2 yg mudah main kemana saja, tanpa dimarahin orangtuanya.

aku menganggap orangtuaku over protektif, sehingga menjadikan alasan kerja kelompok atau belajar bareng untuk bisa main keluyuran bareng teman2..

Baru kupahami..

Kenapa waktu SD, orangtuaku melarangku belajar motor.

Harus rela kemana2 naik sepeda boncengan bareng adik.

Sering mengeluh, saat panas2 dan capek harus menggenjot sepeda sedangkan teman2 yg lain berlalu dgn motor mereka sambil berkata “duluan ya nov, semangat!”

baru kupahami..

Kenapa dulu ibuku jarang sekali mengizinkanku beli boneka..

Menganggap ibu pelit, tak mengerti kesukaan anak perempuan.

Padahal, disatu sisi yg baru kusadari ibu tak pernah menolak saat aku minta dibelikan buku dan majalah seperti Orbit, Bobo, dll.

Baru kupahami..

Kenapa dulu waktu SD, Ibu hanya memberiku uang saku yg sedikit dibanding teman2 yg lain. Padahal ortuku punya penghasilan yg lumayan.

Lagi2 menganggap mereka pelit. Tanpa kusadari, ibu selalu bangun pagi2 untuk membuatkanku bekal sehingga disekolah aku tak banyak jajan makanan yg tak terjamin hygenenya.

Baru kupahami..

Kenapa sejak SD ibu selalu membebaniku dgn tugas2 kecil rumah tangga. Memaksaku bangun pagi untuk bantu masak, jemur baju, atau menyapu.

Aku menganggap ibu cerewet dan galak, karena beliau selalu ngomel2 ketika setelah shubuh aku tidur lagi dan pura2 lupa dgn tugas2 tsb.

Baru kupahami..

Kenapa ortuku selalu menolak permintaanku untuk merayakan ultah.

Hanya bisa iri melihat teman2 lain yg ultahnya meriah, dapat kado dan ucapan selamat dari byk orang.

Baru ku pahami..

Kenapa ayah ibuku tak pernah menelpon sebelum aku menelpon.

Menganggap mereka tak perhatian, tak kangen, dll.

Tanpa kusadari, bahwa mereka ingin aku fokus dan tak terganggu dalam studyku tanpa terus terbayang2 orang rumah.

Baru kupahami..

Kenapa saat semua anggota keluarga berkumpul, akulah orang pertama yg ditawari ibu “mau masak apa hari ini Mbak?”

Semua karena MEREKA MENYAYANGIKU

“bahkan, kasih sayang yg kau tau dan rasakan dari orangtuamu, hanya menunjukkan sepersepuluh dari kasih sayang mereka yg sesungguhnya”

-Tere Liye-

SERIBU BUKU

09 MEI 2020

saat kubuka pintu, semerbak aroma bunga lavender langsung merangsang saraf olfaktori . berjuta-juta neuron dikerahkan untuk mengirimkan impuls ke hipothalamus. sedetik saja, tak butuh waktu lama, langsung kutahu bahwa ini adalah wangi kesukaanku.

kulangkahkan kaki memasuki ruangan, karpet shaggy warna coklat dengan  kualitas terbaik merangsang  reseptor meissner di kakiku. halus dan lembut, demikian interpretasi cerebrumku.

kuarahkan occulomotor untuk menggerakkan bola mata menyusuri seluruh inchi ruangan. foton-foton yang dipancarkan setiap benda mulai bergerak berlomba-lomba menuju lensa mata, menembus retina, merangsang saraf opticus dan diinterpretasikan di lobus occipitale. cepat dan tetap dalam keteraturannya. sungguh  nikmat-Nya yang luar biasa.

maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan???

aku bersyukur menjadi dokter, sedikit pengetahuan tentang gen, sel, hingga sistem organ dengan kompleksitas dan detailisasinya membuatku makin jatuh cinta dan terkagum-kagum pada-Nya.

dindingnya bercat coklat muda. elegan  dan tetap  kalem.  sepadan dengan warna karpet, sofa dan tirai disana. semuanya serba berwarna coklat. warna kesukaanku.

tak lupa kuputar murottal  surat Ar-Rahman, pengantinnya Al-Qur’an, pelan tapi  cukup mampu menggetarkan membran tymphani di telingaku. sungguh,  suasana yang sangat nyaman untuk memulai aktivitas kesukaanku.

kutelusuri rak-rak yang berderet rapi di depanku. rak-rak yang terbuat dari kayu jati terbaik. kokoh dan tetap elegan. setiiap rak mewakili kategori buku tersendiri. kali ini aku berhenti sejenak didepan rak novel. bernostalgia dengan massa lampau, membuka lembaran-lembaran memory yang masih tersimpan di korteks cerebrum. neuron-neuron pun berkonduksi di sel schwan melalui mekanisme saltatory, berloncat-loncatan dari satu sel ke sel lainnya.

mengingat zaman-zaman kuliah dulu membuatku tertawa. zaman dimana aku  bermimpi mempunyai seribu buku. zaman dimana aku selalu menyisihkan uang saku untuk membeli buku. zaman dimana aku bermimpi mempunyai suami yang juga suka membaca buku 😀

zaman-zaman penuh mimpi.

ruangan ini juga salah satu  impianku. ruangan yang sejak dulu selalu memenuhi benakku.

luasnya  10m x 10m. mengalahkan ruang-ruang yang lainnya . sengaja aku request saat pembangunan rumah dahulu. karena aku berharap ruangan inilah yang paling produktif nantinya. disinilah aku dan dia menghabiskan waktu untuk membaca. disinilah nantinya anak-anakku kudidik untuk menyukai buku. dan dari sinilah akan ku jadikan mereka sebagai  muslim intelektual  yang mampu mengubah bangsa dan negara. ruangan ini adalah central semua aktivitas yang ada di rumah.  tak perlu ada TV, cukuplah perpustakaan ini menjadi pusat hiburan kami sekeluarga.

setiap minggu, kami selalu mengundang anak-anak yatim kemari untuk membaca buku sepuas mereka. berbagi itu indah. rasanya bahagia sekali, saat buku-buku yang kita beli bisa bermanfaat dan menginspirasi orang lain. apalagi kalau karya sendiri ya… suatu saat pasti bisa menghasilkan buku. tiga saja setidaknya.aaamiin 🙂

beruntungnya aku mempunyai dia yang juga suka membaca. dia yang juga bermimpi untuk memiliki perpustakaan pribadi. dia yang sedari dulu juga senantiasa meyisihkan uang saku untuk membeli buku. sehingga tak muluk-muluk, our dreams become true.  perpustakaan yang  besar dan nyaman disertai koleksi buku-buku yang lengkap dan menarik. tak hanya seribu buku ada di perpustakaan kami, mencapai dua ribu buku, karena dia juga bermimpi memiliki seribu buku. sehingga, summasi dari impuls-impuls mimpi yang ditransfer ke cerebrum kami menghasilkan dua ribu buku ini.  semoga jumlahnya terus bertambah kedepannya.

buku adalah investasi, sehingga tak pernah menyesal ketika banyak menghabiskan uang untuk membeli buku. godaan terbesar bagi mataku adalah buku yang melambai-lambai. rasanya tak pernah puas  berada di Gramedia, Toga Mas, dll sebelum memborong semua buku disana.

aargh, suatu saat nanti mesti punya toko buku sendiri. aaamiin 🙂

hari ini aku sengaja pulang lebih cepat dari tempat praktek. tak ada siapa-siapa di rumah. hanya ada bibi yang sedang membersihkan kebun. dia juga belum pulang. biasanya sore-sore begini, kami menghabiskan waktu di ruangan ini, membaca buku sambil minum jus alpukat dan diringi murottal. berdiskusi sejenak menjelang maghrib, menceritakan hikmah dan sedikit isi cerita dari buku yang kami baca. saat-saat yang sangat  membahagiakan bersamanya  😀

jadi, sore ini aku hanya sendiri. duduk di sofa empuk bersandarkan bantal empuk  berbentuk matahari, membaca kembali  buku “La Tahzan For Student”, buku yang dahulu sangat menginspirasi aku dan sahabat-sahabatku untuk kuliah di Jepang. diawali dengan kursus bahasa jepang di ASPAC di sela-sela anatomi yang menguras waktu dan tenaga. semuanya memang butuh perjuangan. dan akhirnya mimpi kami terkabul. selesai S1 profesi dokter, kami bertiga mendapatkan beasiswa kuliah di negeri matahari terbit itu. anugerah yang luar biasa. (mau tau lebih detail? tunggu di cerita selanjutnya ya :D)

inilah mimpiku dulu. mimpi seribu buku. mimpi perpustakan pribadi. semuanya berhasil terwujud karena Allah Maha Kaya dan Maha Besar untuk mewujudkannya…

the power of dream, jangan takut untuk bermimpi karena semua berawal dari mimpi….. 🙂

DOSEN TAK BERNYAWA

“Manusia berawal dari setetes air mani yang hina

Berakhir menjadi seonggok daging yang membusuk

Dan saat ini berada diantara keduanya dengan membawa kotoran kemana-mana”

-Salim A. Fillah- “Dalam Dekapan Ukhuwah”

 

Kematian  merupakan salah satu topik yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang, apalagi kita yang masih muda-muda. Sukar dimulai dan mudah untuk dihentikan. Padahal setiap manusia tak akan pernah tahu waktu kedatangannya. Kematian tak akan memandang umur, tua muda akan mati bila waktunya memang telah tiba.

Setiap kali memasuki ruangan praktikum anatomi jantungku selalu berdesir miris. Seonggok tubuh yang terbujur kaku dengan bentuk yang sudah tak beraturan dan tak “manusiawi” menjadi pemandangan yang selalu ditemui setiap minggunya. Melawan  kodrat alam, dipaksa tak membusuk dengan formalin. Tubuh-tubuh yang dulunya selalu dibanggakan, tegap, gagah, langsing dan sebagainya yang menjadi pemicu dosa bila tak digunakan dalam koridor syariat-Nya.

Untuk melawan rasa takut, hal pertama yang aku perhatikan saat menghadapi cadaver adalah wajahnya. Walaupun tetap bergidik merinding melihat otot-otot wajah yang menegang saat sakaratul maut. Tergambar jelas kesakitan yang dirasakan saat  detik-detik malaikat Izrail menjemput. Bahkan manusia termulia, dengan pengambilan ruh yang benar-benar pelan dan lembut  saja merasakan sakit yang benar-benar sakit. Apalagi kita, yang sadar akan siksa neraka namun tetap rutin berbuat dosa.

Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut.

Seringkali  tak teganya rasanya membuka lapisan demi lapisan  kulit mereka, menarik-narik otot untuk mencari perlekatannya, mengorek-ngorek menemukan pembuluh darah serta syaraf yang letaknya tersembunyi dan lain-lain. “ Ini dulunya juga manusia Nov, sama sepertimu,  maka perlakukanlah dengan baik dan lembut”, ucapku pada diri sendiri.

Perasaan jijik juga sering mendatangi, bersyukur pada Allah yang memberikan rasa lupa pada manusia. Sehingga aku dan teman-teman masih bisa makan walaupun baru saja memegang dan berkutat dengan cadaver menggunakan tangan kosong, setelah cuci tangan tentunya.

Laboratorium anatomi dan seluruh mayat-mayat  didalamnya selalu mengingatkanku akan datangnya kematian yang tak tahu kapan akan menjemputku. Mereka  adalah guru-guruku, guru dunia karena mengajarkan banyak ilmu pengetahuan serta guru akhirat yang menjadi reminder akan kehidupan dunia yang sementara ini.

Mayat-mayat yang tak jelas asal usulnya, tunawisma, preman dengan tato-tato di tubuhnya dan entah siapa itu tak pernah mengharapkan tubuhnya disayat-sayat dan dipotong-potong menjadi media pembelajaran kami. Semasa hidupnya mereka pasti mengharapkan mayatnya kelak diurus sewajarnya. Dimandikan, disholatkan, dikafani, dimakamkan, dan didoakan oleh keluarga. Pantas atau tidak mereka bisa disebut orang-orang yang tidak beruntung.

Salah seorang temanku pernah bertanya “Apa dosa-dosa mereka bisa tergugurkan ya? Secara fisik mereka adalah preman yang tak pernah kita tahu amal ibadahnya, dan dilihat dari niat mereka tak pernah berharap jadi media praktikum.”

“Hanya Allah yang tahu, tugas kitalah selalu berdoa agar dosa-dosa mereka diampuni melalui setiap sentuhan dan perlakuan yang kita berikan pada mereka” ucapku menutup pembicaraan seusai praktikum bebas malam itu.

Ya Allah, siapapun mereka, ampunilah dosa-dosa mereka

Jadikanlah setiap perlakuan yang kami berikan sebagai penggugur dosa mereka

Terimalah setiap amal ibadah mereka semasa hidup dulu

Gantikanlah liang lahat mereka dengan rumah-rumah surga-Mu

Gantilah kain kafan mereka dengan baju-baju kebesaran penghuni surga

Sayangilah mereka

Karena mereka kami mengenal ilmu-ilmu Mu

Karena mereka kami menjadi orang yang bersyukur

Dan karena mereka, kelak kami bisa menolong hamba-hamba Mu


TERBUDAK DUIT

“Dijadikan indah pada pandangan manusiaapa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. itulah kesenangan dunia dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Al-Imran: 14)

Harta ibarat api. Bermanfaat dan juga berbahaya.

Bila engkau menggunakannya dengan baik dan benar, akan kau dapatkan banyak manfaat darinya.

Bila engkau membelanjakan hartamu di jalan-Nya, niscaya makin banyak pula nikmat yang akan ditambahkan-Nya.

Bila engkau menggunakannya dengan tidak bijaksana, maka api tersebut akan membakarmu.

Bila engkau jadikan dirimu terbudak oleh harta, niscaya tercelalah dirimu di dunia dan di akhirat.

Miris rasanya melihat realita kehidupan yang sebenarnya di dunia ini. Ternyata dunia tak seindah yang aku bayangkan.  Ternyata selama ini aku begitu polos atas kenyataan-kenyataan yang ada di sekitarku. Semua orang berlomba-lomba mengumpulkan harta, baik dengan cara yang halal maupun dengan cara yang haram.

Dakwah pun terkena imbasnya. Dakwah dikomersialkan. Menjadi media untuk mencari ketenaran, kekayaan, jodoh, dll. Tak mau berdakwah jika tak dibayar dengan mahal. Padahal dakwah itu wajib hukumnya, dan Allah lah sebaik-baiknya pemberi balasan.

Sebut saja namanya Ustadz  X. Beliau adalah pendakwah kondang di negeri ini. Namanya sering menghiasi media-media massa nasional. Dari segi kulitas, kami “kira” beliau cukup memadai dan memenuhi kriteria untuk menjadi salah satu pengisi acara kami di bulan Ramadhan ini. “Muda, menarik dan berkualitas,” begitu perkiraan kami. Setelah dihubungi, tahukah berapa bayaran yang dimintanya?

Dua puluh juta + tiket pesawat PP dua orang  + wajib membeli produk yang dijualnya minimal satu kodi.

Masih cocok kah beliau disebut seorang Ustadz?

Dan kami hanya geleng-geleng kepala. Sungguh kecewa rasanya.

“Ini dakwah Ustadz, bukan konser musik, kami tidak akan menarik biaya untuk peserta yang datang nantinya, dari mana kami mendapatkan duit sebanyak itu?”

Ataukah karena embel-embel Fakultas Kedokteran  membuatmu gelap mata Ustadz? Mengira kami adalah orang-orang kaya yang mudah saja dimintai hartanya. Kalaupun kami memiliki dana sebanyak yang kau minta, tak akan pernah kami berikan padamu. Apa yang kau sampaikan tak kan pernah membekas di hati. Karena dakwahmu bukan karena-Nya, tapi karena duit semata. Lebih baik kami mengundang seseorang yang benar-benar ustadz, walaupun kurang terkenal tapi apa yang disampaikannya berkah, memberikan banyak manfaat untuk orang lain.

“ Semoga Allah memberimu hidayah, Ustadz.”

Pendidikan juga tak luput dari efek negatif harta. Sogok menyogok ternyata menjadi sesuatu yang lazim di luar sana. Teringat sewaktu liburan semester I kelas XII dulu, waktu itu aku berlibur ke rumah salah seorang saudara di suatu kota. Ternyata tetangga depan rumahnya adalah “calo” yang terbiasa memasukkan orang ke Fakultas Kedokteran lewat jalur belakang.

“Mau kuliah di kedokteran ya Mbak?”

“Insya Allah Pak” jawabku pendek.

“ Nanti lewat saya saja Mbak, dijamin 99% keterima, tapi biayanya agak mahalan dikit, sekitar 200 juta.” Ucapnya       mantap dan meyakinkan.

“ Haha nggak deh Pak, saya mau coba jalur undangan dulu, lagian sayang banget duit segitu, mending dibeliin         sawit” ujarku polos.

Dalam hati, rasanya sudah panas dan tersinggung sekali. Aku merasa diremehkan.

Sejak saat itu aku semakin tertantang untuk diterima di FK melalui jalur undangan. “Terimakasih Pak!”

Kesalahan terbesar bapak tersebut  adalah tidak paham dan tidak tahu akan latar belakang sasarannya.

Salah sekali bapak tersebut menawariku.  Seharusnya  bapak  tersebut pilih-pilih mangsa, bukan asal menawarkan “jasanya” ke setiap orang.

Ya, ternyata banyak sekali orang-orang di luar sana yang butuh duit dan mencarinya dengan cara seperti diatas. Mencari mangsa orang-orang berkelebihan harta yang rela “menyedekahkan” hartanya demi masuk Fakultas Kedokteran.

Satu lagi peristiwa miris dan lucu seputar dunia pendidikan yang pernah saya alami. Waktu itu salah seorang bertanya kepada saya.

“ Nov, sekolah islam  yang berkualitas dalam hal akademik dan agama di Jawa Timur apa ya?”

“ MAN 3 Malang, SMA 2 Darul Ulum, Cuma tahu itu” jawabku.

Kebetulan adikku bersekolah di SMA 2 Darul Ulum,  dan ia pun bertanya banyak  info mengenai sekolah tersebut.

Di penghujung pembicaraan.

“ Nov, ada link orang dalam gak?” “ Biar adikku bisa pasti keterima.” Ucapnya.

Sebuah pertanyaan bodoh yang memiriskan. Ternyata dunia tak seindah yang kukira. Ternyata mental penduduk Indonesia masih jauh dari mental sukses.

“ Haha gak ada. Gak pakai yang begituan, dulu adikku masuk kesana karena kemampuannya , bukan karena orang dalam.” Jawabku mengakhiri pembicaraan.

Bagaimana jadinya bila dunia ini dipenuhi orang-orang yang gila harta? Berdakwah karena harta. Masuk sekolah dengan harta, menyogok kemana-mana demi meraih impian. Semoga saja setelah jadi pejabat nantinya tidak korupsi. Tidak memakan harta rakyat agar modalnya dulu kembali. Semoga saja setelah jadi dokter nantinya tidak membebani biaya yang tinggi pada pasiennya. Semoga saja bisa menjadi orang yang mencintai orang miskin.

Ketika harta bisa membeli segalanya

ketika harta memperbudak manusia

Ketika harta membuat orang khilaf dan lupa diri, tak dapat membedakan yang baik dengan yang buruk.

Ketika harta menjadi sembahan menyaingi-Nya

Ketika manusia memaksakan kehendaknya tanpa sadar atas kemampuan diri

Ketika manusia menginginkan cara instan dan mudah untuk wujudkan mimpinya, menghalalkan segala cara

Usaha minimal hasil maksimal tak akan pernah ada

Karena hukum alam berlaku, rangsangan subliminal atau rangsangan terkecil tak akan pernah sanggup menghasilkan respon sedikitpun

Ya Allah… Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.

Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat pada mereka

Bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat

 

MAWAR DI TEPI JURANG

Bismilahirrohamnirrohim….

 

Novi kecil mempunyai sebuah kalimat favorit saat SD dahulu. “Jadilah seperti bunga mawar yang tumbuh di tepi jurang”.  Indah dipandang namun sukar untuk dimiliki. Kalimat itu terinspirasi dari sinetron Bunga di Tepi Jalan yang diperankan Allysa Soebandono yang ngetrendpada zamannya :DNovi kecil selalu mengilustrasikannya dalam sebuah gambar. Ada jurang yang terlihat curam dengan setangkai bunga mawar tumbuh disana. Novi kecil suka sekali dengan kalimat tersebut, dengan bangganya menuliskannya di setiap buku binder teman-teman sekelasnya. Tapi sayangnya, saat itu novi kecil tak tahu apa makna sesungguhnya dari kalimat tersebut. Dia hanya tahu kalimat itu keren. Titik. Dia tak tahu bagaimana merealisasikan kalimat tersebut dalam sebuah tindakan nyata.

 

Seiring bergulirnya waktu, sedikit demi sedikit dia mulai memahami. “Wah, jilbab ternyata kuncinya.” Dengan berjilbab, secara bertahap kita akan terus berusaha memperbaiki diri dan membingkai diri dengan akhlak mulia.  Saudariku, semua wanita memang di ciptakan dalam bentuk yang indah oleh Allah yang Maha Indah. Tak berlebihan bahwa terdapat sebuah paragraf menarik yang mengidentifikasikan sosok wanita.

 

“Tanpa mengesampingkan peran laki-laki, perempuan memang diciptakan istimewa oleh ALLAH, sejarah  bercerita bahwa saat akan menciptakan perempuan, ALLAH mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

ALLAH  juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak, kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.

Bisa disimpulkan,  perempuan diciptakan dari semua keunikan ciptaan ALLAH.” (http://rinduku.wordpress.com/2010/03/02/kelembutan-bernama-perempuan)

 

Luar biasa bukan? Itulah diri kita saudariku. Sudah sepantasnya kita menutup aurat dari ujung rambut hingga ujung kaki kecuali muka dan telapak tangan demi menjaga keindahan-keindahan tersebut. Bukankah mutiara itu indah karena diletakkan ditempat yang tertutup?

Saudariku, menutup aurat adalah salah satu cara untuk mensyukuri  dan menjaga amanah.  Percantik dan rawatlah dirimu agar Ia semakin senang dan mempercantik dirimu.

 

Kepada siapa sajakah kita TIDAK DIHARUSKAN untuk menutup aurat?

  1.  Suami
  2.  Anak laki-lakinya atau seterusnya
  3.  Anak laki-laki suaminya (yang bukan dari rahimnya) atau seterusnya
  4.  Saudara laki-laki seibu sebapak, atau sebapak saja, atau seibu saja.
  5.  Anak laki-laki dari saudara laki-lakinya atau seterusnya
  6.  Anak laki-laki dari saudara perempuannya atau seterusnya
  7.  Ayahnya atau seterusnya
  8.  Saudara laki-laki sepersusuan. kerena saudara sepersusuan memiliki hukum seperti saudara kandung.
  9.  Suami ibunya dan seterusnya.
  10.  Suami anaknya dan seterusnya
  11.  Ayah suaminya (ayah mertua).

Hanya kepada MEREKA SAJA kita diperbolehkan untuk membuka aurat.

 

Wah, ternyata islam sangat menghargai dan memuliakan kita ya saudariku. Islam menjaga kita dengan memerintahkan kita menutup aurat kepada SEMUA LAKI-LAKI YANG TIDAK DISEBUTKAN DIATAS. Oiya, Kepada WANITA NON-MUSLIM ternyata kita juga diharuskan untuk menutup aurat.

Kenapa? Padahal kan sesama perempuan juga?

 

Jawabannya karena kita spesial saudariku. Islam menyuruh kita menutup aurat pada WANITA NON-MUSLIM karena dikhawatirkan wanita tersebut akan memberitahukan aurat kita kepada non mahram. Berabe kan kalau sampai lawan jenis tahu seberapa panjang rambut kita? Seberapa putih kulit kita, dan bagian-bagian tubuh lain yang seharusnya tidak diketahui lawan jenis. Utamakan upaya PREVENTIF, sesuai prinsip kedokteran keluarga 😀

bukan berarti kita dilarang bergaul dengan teman non muslim lho, tetap bergaul dan berteman tapi tetap menjaga aurat. Takut tersinggung kalau tiba-tiba kita memakai jilbab di depan mereka? itulah gunanya KOMUNIKASI. Pasti mereka akan mengerti jika kita jelaskan dengan cara yang baik.

 

Mari sama-sama memperbaiki diri. Menjadi wanita dunia yang dicemburui para bidadari surga 🙂

 

 

 

SURAT UNTUKKU DAN UNTUKMU

Assalamualaikum wr.wb.

Apa kabar sahabatku?

sekian lama kita tak berjumpa, adakah hal yang berubah darimu???

semoga Allah senantiasa menjagamu, membimbingmu, menunjukimu ke jalan lurus-Nya…

dan semoga tak ada kebaikan yang hilang maupun berkurang darimu….

Malam ini sengaja kutulis surat kecil untukmu…

surat kecil yang mewakili segenap perasaan diriku…

maaf, mungkin hanya bisa melalui surat ini aku mengingatkanmu..

aku tak terlalu sanggup untuk menyatakannya secara langsung padamu…

Sahabatku…

Terimakasih atas persahabatan yang kau berikan…

Terimakasih atas waktu yang kau berikan untuk ku…

Terimakasih untuk semuanya…

sungguh aku benar2 beruntung memiliki sahabat sepertimu…

Tak kan pernah aku lupakan saat2 kita membangun ukhuwah karena Allah dahulu…

Tak kan pernah aku lupakan saat2 kita saling mengingatkan dalam kebaikan dahulu..

Tak kan pernah aku lupakan saat2 kita memegang prinsip tidak akan pacaran dahulu…

Tak kan pernah aku lupakan saat2 kita saling berlomba mencari ridha-Nya dahulu…

Sahabat…

berpisah denganmu adalah salah satu hal yang aku takutkan…

aku selalu bertanya2, akankah aku dipertemukan dengan sahabat sebaik dirimu???

namun sejatinya, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan..

dan akhirnya waktu itu datang..

saat ku harus melepaskan tanganmu..

saat ku harus melihatmu melambaikan tangan dan meninggalkanku…

saat ku harus mendengar kata2 perpisahan darimu..

jalan hidup setiap orang memang berbeda2..

kau dengan kehidupan barumu disana..

dan aku disini, tak jauh beda denganmu..

jam kuliah yang padat…

tugas-tugas yang mulai menumpuk..

acara kampus yang memakan waktu, dll yang membuat kita semakin jauh satu sama lain…

dan kini baru kusadari dan kusesali saat kudengar kabar “terbarumu”…

maaf… aku belum bisa menjadi sahabat yang baik untukmu..

maaf… aku belum bisa menyediakan waktu yang cukup untuk mendengar keluh kesahmu

maaf…aku belum terlalu perhatian untuk selalu mendukung dan menyemangatimu..

sehingga kau memilih dia yang bukan mahrammu untuk memberikan semua itu…

Sahabatku…

tahukah engkau apa yang kurasakan saat mendengar engkau “jadian” dengan si dia?

adakah engkau menangkap kekhawatiran dalam sms yang kukirimkan?

Sahabatku…

sungguh aku sangat menyayangimu karena-Nya…

sungguh aku tak ingin engkau jatuh dalam cinta yang bukan di jalan-Nya..

sungguh aku takut Sang Pemilik Cinta Sejati cemburu padamu…

Sahabatku…

aku bukanlah siapa2 yang berhak mengatur kehidupan pribadimu..

semua kembali padamu..

kau sudah dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk bukan???

Sahabatku…

aku menulis semua ini, hanya karena ingin kita tetap bersama2 seperti dulu lagi…

senantiasa memperbaiki diri…

berlomba-lomba dalam kebaikan,membuat Bidadari surga cemburu…

aku ingin tetap bersamamu meraih cinta-Nya…

aku ingin kita tetap tetap bersahabat baik di dunia maupun di Surga nanti…

Terimakasih atas waktu yang kau luangkan untuk membaca surat ini…

sungguh, aku menyayangimu karena Allah ^_^

wassalamualaikum wr.wb

 

Sebuah tulisan lama, yang aku buat untuk sahabat-sahabatku tercinta. Sahabat-sahabat yang kusayangi karena-Nya.
Surat ini juga kubuat untukku, untuk mengingatkanku agar tak jatuh pada lubang seperti itu…
Ya Allah berikanlah aku sahabat yang mampu mengingatkanku akan dunia dan akhirat..
sahabat yang mendekatkanku pada- Mu Ya Rahim…

 

PERPUSTAKAANKU

Entah  mendapatkan dorongan dari mana, tiba-tiba aku ambisius sekali menghabiskan uangku untuk membeli buku. Seakan selalu diingatkan untuk selalu membeli buku, buku dan buku. Alhasil, setiap kali ke toko buku, rasanya mata ini tak tahan untuk tidak membelinya. Minimal satu buku pasti akan kubeli. Buku adalah investasi, begitulah pikirku. Tak jarang aku bisa menghabiskan lebih dari dua ratus ribu perbulan untuk membeli buku.
Aku juga heran, entah kenapa sejak memasuki dunia perkuliahan, tepatnya usia 18 tahun, selera bukuku pun berubah. Dulunya aku tak pernah suka buku motivasi, buku biografi, dan buku-buku yang kuanggap “berat” lainnya. Semasa SD-SMA buku kesukaanku adalah novel, komik dan buku cerita. Di perpustakaan SMA ku dulu aku selalu menghabiskan lebih dari tiga novel dalam seminggu. Hanya novel yang aku lahap habis.

Dahulu, guruku  pernah memerintahkan semua siswanya untuk membuat peta hidup. “Semua  impian yang ingin kau wujudkan dalam setiap pertambahan usiamu”, ujarnya saat itu.  “Buatlah sebagus dan sedetail mungkin, bermimpilah setinggi-tingginya,  sertakan gambar juga  agar kalian semangat untuk mewujudkannya. ”
” Mengapa kami harus membuat peta hidup Pak?”
“Agar kalian tak takut bermimpi, agar kalian memiliki target dalam hidup ini. Bermimpilah dan Allah pasti akan mengabulkan mimpimu.”

Akupun membuatnya dengan penuh semangat. I do my best for this project. Aku tuliskan dan gambarkan semua mimpiku dalam peta hidup tersebut. Aku bermimpi dengan harapan Ia mendengarkan dan mengabulkan mimpiku. Peta hidupku masuk sepuluh besar terbaik  seangkatan.

Seiring perjalanan waktu, aku mulai terlupa dengan peta hidup itu. Entah sudah tergeletak dimana, aku tak tahu. Dahulu ibu membawanya pulang ke rumah, dan beliau lupa meletakkannya dimana. Awalnya kecewa, sayang sekali mimpi-mimpi yang sudah kutuliskan tak bisa dilihat lagi. Namun segera terobati dan berharap masih bisa membuat yang lebih bagus lagi.

Beberapa tahun kemudian, saat aku pulang kampung, adikku tiba-tiba berkata. “Mbak, dulu pernah buat daftar mimpi yang ada gambarnya?”
“Iya, ada laminatingnya juga Dek. Kamu lihat?”
“Lihat, itu ada di kardus mainanku.” ujarnya polos.

Senang luar biasa, akhirnya menemukan kembali peta hidupku yang ternyata selama ini terpendam bersama mainan-mainan. Kubaca satu persatu mimpi yang kutuliskan  dulu. Mimpi-mimpi yang  sudah dan akan terwujud satu persatu. Juara di kelas selama SD-SMA, SMA gratis di Insan Cendekia,  kuliah di FK  PTN favorit pada usia 18 tahun, dan lain-lain.

Dan aku tercengang.

Di usia 19 tahun, ternyata aku sudah menargetkan untuk mempunyai perpustakaan yang berisi buku-buku best seller. Aku sudah bermimpi untuk membeli buku-buku motivasi, buku-buku agama dan buku-buku yang dulu membuatku ngantuk. Inilah jawaban selama ini, mengapa tiba-tiba aku antusias membeli dan mengumpulkan buku sebanyak-banyaknya. Mengapa aku tak sayang mengeluarkan uang untuk membeli buku. Mengapa mataku selalu tak tahan melihat buku. Semua  karena Ia telah mendengar mimpiku. Mimpi memiliki perpustakaan di usia 19 tahun.

Jangan pernah takut bermimpi! Mari bermimpi bersamaku!